Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Rindam IX/Udayana Dirangkai Tradisi Pelepasan Tiga Prajurit Purna Tugas
- account_circle arash
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tabanan, Bali – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Rindam IX/Udayana menggelar upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Wira Yudha Bhakti, Mako Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan tradisi pelepasan tiga personel yang memasuki masa purna tugas.
Danrindam IX/Udayana, Brigjen TNI Anwar, S.H., bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.”
Dalam amanatnya disampaikan bahwa kemajuan sejati bangsa dimulai dari kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjadi pribadi yang patriotik, gigih, dan berempati dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Sikap patriotik diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa dan negara. Sikap gigih tercermin dari ketangguhan menghadapi kesulitan, keberanian bangkit dari kegagalan, serta tekad untuk terus berjuang memberikan yang terbaik. Sementara itu, empati menjadi landasan untuk peduli terhadap kesulitan orang lain dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Amanat tersebut juga menegaskan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan tradisi pelepasan tiga personel Rindam IX/Udayana yang memasuki masa purna tugas, yakni Kapten Inf Tajudin, Kapten Inf Mujiono, dan Kapten Inf Paulo Victor. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi satuan atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Momentum pelepasan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan pengabdian memiliki arti penting bagi satuan, bangsa, dan negara. Berakhirnya masa dinas bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian, melainkan menjadi babak baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, seluruh prajurit Rindam IX/Udayana diharapkan terus menumbuhkan semangat nasionalisme, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai kepemudaan hendaknya diwujudkan melalui disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, prajurit Rindam IX/Udayana berkomitmen meneguhkan jiwa patriotisme, memperkuat persatuan, dan melanjutkan pengabdian terbaik bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*Penrindam9)
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar