Di Balik Seragam Loreng, Doa Bersama dan Bantuan Satgas Yonif 742/SWY untuk Warga Wanobarat
- account_circle arash
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WANO BARAT, LANNY JAYA – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha (Yonif 742/SWY) Koops TNI Habema tidak hanya berfokus pada stabilitas keamanan, tetapi juga hadir merangkul kesulitan masyarakat. Personel Pos TK Andugume melaksanakan Patroli Keamanan (Patkam) yang dirangkaikan dengan ibadah Minggu bersama sekitar 45 warga di Gereja GIDI Jemaat Agape, Distrik Wanobarat, Kabupaten Lanny Jaya. Minggu (20/9/2026.
Dalam momentum penuh kedamaian tersebut, prajurit TNI sekaligus merespons permintaan bantuan warga terkait musibah kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Menanggapi kegiatan tersebut, Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua harus senantiasa membawa dampak positif dan solusi nyata. ”Tugas pokok kami bukan sekadar mengamankan wilayah, melainkan juga memenangkan hati rakyat. Kehadiran prajurit di tengah jemaat GIDI Agape adalah wujud toleransi dan kemanunggalan TNI-Rakyat. Terkait bencana kekeringan yang melanda, kami akan berupaya maksimal merespons keluhan warga dan memfasilitasi kebutuhan pangan mereka. Duka masyarakat Papua adalah duka kami juga,” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Senada dengan hal tersebut, Danpos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han), menyampaikan pesan humanis terkait kedekatan prajurit dengan jemaat setempat. ”Di dalam tempat ibadah, kita duduk setara untuk berdoa sebagai sesama manusia. Ketika Bapa Gembala menyampaikan kesulitan warga akibat kekeringan, hati kami tergerak. Kami pastikan Pos TK Andugume akan selalu terbuka dan siap turun tangan membantu memesankan serta menyalurkan bahan makanan dan minuman, agar warga tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit ini,” ujarnya.
Kegiatan ini dipimpin oleh Komandan Tim Tempur (Dantimpur) 3 TK Andugume, Sertu Thomas Tefi. Setiba ditempat ibadah personel yang beragama Nasrani langsung berbaur bersama jemaat yang terdiri dari lansia, orang dewasa, hingga anak-anak untuk mengikuti prosesi ibadah. Ibadah tersebut dipimpin oleh Bapa Polius Talenggen selaku Gembala GIDI Jemaat Agape dengan rangkaian acara yang berlangsung khidmat, mulai dari doa, puji-pujian, hingga khotbah.
Setelah melaksanakan ibadah, personel TK Andugume melanjutkan kegiatan Komsos kepada masyrakat setempat dimana dalam dialog tersebut, para tokoh agama menyampaikan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang membahas krisis air dan kekeringan di Distrik Wanobarat. Masyarakat secara khusus meminta bantuan personel Pos TK Andugume untuk memfasilitasi pemesanan logistik, berupa bahan makanan dan minuman, guna bertahan di tengah bencana kekeringan.
Rangkaian ibadah dan jalinan komunikasi tersebut berakhir dengan baik kemudian personel meninggalkan GIDI Jemaat Agape. Kegiatan Patroli Keamanan dinyatakan selesaiseluruh personel tiba di Pos TK Andugume dalam keadaan aman dan lancar, membawa komitmen untuk segera menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi warga Wanobarat.
(Pen Satgas 742)
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar