Empat Orang Diduga Melarikan Diri, 345 Liter BBM Diamankan Personel Pos Fatuha
- account_circle arash
- calendar_month Senin, 2 Nov 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Alas, NTT — Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY dari SSK III Pos Fatuha berhasil menggagalkan dugaan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah di jalur tidak resmi kawasan Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Belu, Senin (2/11/2026) dini hari. Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 04.10 WITA tersebut, personel mengamankan 11 jerigen BBM dengan total volume sekitar 345 liter. Barang bukti terdiri atas satu jerigen solar berukuran 35 liter serta 10 jerigen minyak tanah, yakni tujuh jerigen berukuran 35 liter, dua jerigen berukuran 25 liter, dan satu jerigen berukuran 15 liter. BBM tersebut diduga hendak dibawa dari wilayah Indonesia menuju Timor Leste melalui jalur sungai yang tidak resmi.
Penggagalan bermula dari perintah Komandan SSK III Kapten Arh Fandy Achmad pada Minggu (1/11/2026) pukul 17.00 WITA kepada jajaran Danpos untuk melaksanakan patroli malam dan ambush guna memantau jalur-jalur tidak resmi. Menindaklanjuti perintah tersebut, Danpos Fatuha Letda Arh Tomy Hendratto memimpin empat personel lainnya, sehingga total lima personel bergerak sekitar pukul 18.10 WITA untuk menyisir kawasan sekitar Pos Fatuha. Saat melaksanakan ambush sekitar pukul 03.46 WITA, personel mendapati pergerakan mencurigakan, cahaya senter, serta suara orang yang saling bersahutan di sekitar jalur perlintasan. Personel kemudian mendekati lokasi dengan menyusuri area hutan, perkebunan, dan tepian sungai hingga sekitar pukul 04.10 WITA melihat kurang lebih empat orang yang diduga sedang memikul BBM ke arah Timor Leste.
Personel Pos Fatuha segera melakukan pengejaran dan menggagalkan upaya tersebut, namun orang-orang yang diduga terlibat melarikan diri secara terpencar ke arah Timor Leste. Dalam penyisiran di lokasi, personel menemukan 11 jerigen BBM yang ditinggalkan dan selanjutnya mengangkut seluruh barang bukti ke Pos Fatuha sekitar pukul 04.50 WITA untuk diamankan. Danpos Fatuha Letda Arh Tomy Hendratto menjelaskan bahwa patroli malam dan ambush dilaksanakan sebagai langkah pencegahan terhadap aktivitas ilegal di jalur tidak resmi wilayah perbatasan. “Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di jalur-jalur tidak resmi guna mencegah penyelundupan serta menjaga keamanan wilayah perbatasan,” ujar Letda Arh Tomy Hendratto.
Sekitar pukul 05.15 WITA, Danpos Fatuha melaporkan temuan barang bukti tersebut kepada Mako Satgas sebagai laporan awal penggagalan dugaan penyelundupan BBM lintas batas. Ia menyampaikan bahwa seluruh jerigen BBM telah diamankan untuk didata dan didokumentasikan sebelum diserahkan ke Mako Satgas sesuai prosedur yang berlaku. Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY akan meningkatkan patroli, pemetaan jalur rawan, serta koordinasi antarpos dan instansi terkait guna mendalami identitas pihak yang diduga terlibat dan mengantisipasi penggunaan jalur alternatif. Upaya tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keamanan personel, kondisi medan, serta ketentuan hukum dalam penanganan barang bukti dan proses lebih lanjut.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar