Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY Temukan 12 Karung Ballpress di Jalur Tidak Resmi Nunura
- account_circle arash
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tohe, NTT — Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY berhasil menggagalkan dugaan upaya penyelundupan 12 karung ballpress di sekitar jalur tidak resmi wilayah Pos Nunura, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (23/10/2026) malam. Penggagalan tersebut bermula dari kegiatan patroli malam yang dilaksanakan personel SSK I Pos Nunura untuk memantau keamanan wilayah perbatasan sekaligus mencegah aktivitas ilegal. Saat menyisir jalur tidak resmi yang diduga menjadi akses masuk barang dari wilayah Timor Leste ke Indonesia, personel mendapati pergerakan mencurigakan di sekitar lokasi. Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Satgas segera melakukan pengejaran dan penyergapan terhadap orang tidak dikenal yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Dalam pelaksanaan patroli, personel yang dipimpin Komandan Pos Nunura Letda Arh Fadilah Yusuf bergerak secara senyap untuk mendekati lokasi pergerakan mencurigakan. Sekitar pukul 21.44 WITA, personel melaksanakan penyergapan dan pengejaran, namun orang yang diduga terlibat berhasil melarikan diri ke arah wilayah Timor Leste. Setelah melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, personel menemukan 12 karung ballpress yang diduga ditinggalkan saat pengejaran berlangsung. Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa menuju Pos Nunura sekitar pukul 23.30 WITA untuk pendataan, pengamanan, serta penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, S. Sos., menegaskan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan akan terus diperkuat untuk mencegah masuknya barang secara ilegal melalui jalur-jalur tidak resmi. “Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya pada jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan penyelundupan, guna menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Dansatgas. Ia juga menyampaikan bahwa penanganan 12 karung ballpress tersebut akan dilakukan secara cermat, termasuk pendataan dan pengamanan barang bukti serta pendalaman informasi mengenai asal-usul barang dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Menurutnya, koordinasi dengan unsur terkait diperlukan untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY akan meningkatkan intensitas patroli dan memetakan jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi digunakan sebagai akses penyelundupan. Pengumpulan informasi dan koordinasi antarpos serta dengan instansi terkait juga akan diperkuat guna membantu mengungkap identitas terduga pelaku maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain. Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan patroli akan terus dilakukan untuk menentukan pola pengawasan yang lebih efektif sesuai kondisi medan dan karakteristik wilayah perbatasan. Melalui langkah tersebut, Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY berkomitmen menjaga keamanan perbatasan RI-RDTL serta mencegah berbagai bentuk aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar