Babinsa Keliki Bergerak Cepat Bantu Tangani Kebakaran Bangunan di Banjar Salak
- account_circle arash
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gianyar – Tegallalang, Senin (28/9/2026) Kepulan asap tebal disertai suara letupan membuat warga Banjar Salak, Desa Adat Keliki, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, panik setelah sebuah bangunan permanen yang digunakan sebagai tempat pemilahan sampah, kandang babi, sekaligus tempat pembuatan pakan babi terbakar.
Menerima laporan tersebut, Babinsa Desa Keliki Koramil 1616-06/Tegallalang Sertu Dewa Made Sudiarta bersama Bhabinkamtibmas Desa Keliki Aiptu I Wayan Merta segera mendatangi lokasi untuk membantu pengamanan sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran.
Peristiwa diketahui sekitar pukul 10.30 Wita saat saksi I Wayan Jingga melintas di depan lokasi kejadian. Saksi melihat kepulan asap tebal keluar dari sela-sela bangunan dan cerobong pembuangan asap yang terbuat dari drum, disertai suara letupan. Saksi kemudian berupaya masuk untuk menyelamatkan babi yang berada di dalam bangunan, namun seluruh pintu gerbang dan pintu belakang dalam kondisi terkunci. Saksi selanjutnya berteriak meminta bantuan dan memberitahukan warga sekitar mengenai kebakaran tersebut.
Saksi lainnya, Sang Ketut Sudarta, juga melihat asap semakin tebal disertai suara letupan dari area tempat pembuatan pakan babi. Ia kemudian menghubungi pemilik bangunan, kelihan dinas, Babinsa, serta petugas pemadam kebakaran untuk segera melakukan penanganan.
Dari keterangan pemilik bangunan, I Made Duduk, sekitar pukul 09.30 Wita dirinya membuat pakan babi dengan menggunakan tungku berbahan kayu bakar. Setelah selesai, pemilik meninggalkan lokasi dengan kondisi seluruh bangunan telah ditutup dan dikunci.
Sekitar pukul 11.15 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemda Gianyar masing-masing dari Pos Payangan dan Ubud tiba di lokasi. Bersama warga setempat, petugas kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 12.15 Wita.
Dalam penanganan tersebut, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas membantu pengamanan di sekitar lokasi agar proses pemadaman berjalan lancar serta memastikan warga tidak mendekati area yang masih berisiko.
Akibat kejadian tersebut, bangunan mengalami kerusakan dengan perkiraan kerugian materiil sekitar Rp100 juta. Sebanyak tujuh ekor babi tidak berhasil diselamatkan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar