Senyum Mama Papua, Bakti Kesehatan Yonif 742/SWY Koops TNI Habema di Wano Barat
- account_circle arash
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WANO BARAT, LANNY JAYA – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 742/SWY Koops TNI Habema tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir membawa misi kemanusiaan. Prajurit TNI menggelar patroli keamanan yang dirangkaikan dengan aksi sosial pengobatan gratis di Kampung Dugu-Dugu dan Desa Mume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Sabtu (29/8/2026
Menyikapi kegiatan tersebut, Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan komitmen jajarannya di tanah Papua.
Kehadiran prajurit TNI di pedalaman Papua bukan sekadar untuk menjaga kedaulatan negara, melainkan harus menjadi solusi atas kesulitan rakyat. Di tengah ancaman bencana kekeringan yang melanda saudara-saudara kita di Lanny Jaya, prajurit harus hadir memberikan perlindungan sekaligus uluran tangan kemanusiaan. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami,” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Sejalan dengan arahan Dansatgas, Komandan Pos (Danpos) TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han), merancang taktik patroli yang mengedepankan pendekatan humanis melalui metode Komunikasi Sosial (Komsos) dan Pembinaan Teritorial (Binter) Terbatas.
Kami menyadari dampak kekeringan sangat menyulitkan warga. Oleh karena itu, tim patroli yang dipimpin oleh Sersan Satu (Sertu) Alexander Febriyanto Pati bersama 12 anggota dan tenaga kesehatan, tidak hanya berpatroli, tetapi turun langsung menyapa, mendengar keluh kesah, dan membantu warga secara langsung di honai-honai mereka,” jelas Kapten Aditya.
Dalam pelaksanaannya, sisi kemanusiaan prajurit sangat menonjol saat tim kesehatan lapangan, Prada Abi Mayu, memberikan pengobatan kepada Mama Elis yang menderita sakit gigi dan gusi bengkak. Selain itu, tim juga memeriksa luka infeksi bernanah di kepala anak dari Mama Kiun Enembi. Mengingat keterbatasan alat medis di lapangan, Satgas langsung berkoordinasi untuk memfasilitasi perawatan lanjutan bagi sang anak di pos kesehatan TK Andugume.
Rasa empati prajurit TNI semakin teruji saat tim tiba di kediaman Mama Urup Murip di Desa Mume. Mendengar curhatan warga yang kekurangan bahan pangan akibat bencana kekeringan, anggota Satgas secara ikhlas memberikan sebagian logistik ransum punggung yang mereka bawa demi meringankan beban keluarga tersebut.
Selain aksi sosial, prajurit Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema juga menunjukkan rasa hormat yang tinggi terhadap kearifan lokal. Saat berpatroli di Desa Mume, prajurit mematuhi larangan warga untuk tidak melintasi jalur sungai tertentu, demi menjaga kebersihan air yang digunakan warga untuk minum dan memasak.
Terkait dengan masih adanya sebagian warga di sekitar Gereja Aneno yang merasa takut dan menghindar saat berpapasan dengan aparat keamanan, Kapten Aditya menilainya sebagai proses yang wajar dan menjadi bahan evaluasi ke depan.
Rasa takut itu muncul karena aparat belum secara rutin menyentuh titik-titik tersebut. Ke depan, kami akan mengintensifkan patroli simpatik serta mempererat koordinasi dengan Kepala Kampung dan Pendeta setempat. Kami ingin memastikan masyarakat tahu bahwa TNI hadir untuk melindungi, melayani, dan bersahabat dengan mereka, tutup Kapten Aditya.
Kegiatan patroli yang berlangsung sejak pagi tersebut berjalan lancar. Seluruh personel Tim Tempur 2 kembali ke Pos TK Andugume dalam keadaan aman dan lengkap, dengan membawa segudang catatan kemanusiaan untuk terus dikembangkan di masa mendatang.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar