Bukan Hanya Bantuan Logistik, Babinsa dan Tim Kesehatan Dampingi Pemulihan Mental Anak Pascagempa di Ende
- account_circle arash
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ende, 24 Agustus 2026 — Penanganan pascabencana gempa bumi di Kabupaten Ende tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan dan tempat tinggal, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak yang mengalami dampak langsung maupun tidak langsung akibat bencana.
Memasuki hari ke-10 pascagempa, kepedulian terhadap kondisi mental dan psikologis anak-anak terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan di Dusun Kombandaru, Desa Riaraja, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.40 WITA hingga selesai tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1602-01/Ende bersama Tim Kesehatan Dandenkes Kupang. Kegiatan ini ditujukan kepada anak-anak di Dusun Kombandaru sebagai bagian dari upaya membantu mereka memulihkan rasa aman, mengurangi ketakutan, serta mengembalikan keceriaan setelah menghadapi situasi pascagempa.
Dalam suasana yang penuh keakraban, anak-anak diajak mengikuti berbagai kegiatan yang menyenangkan dan edukatif. Pendekatan melalui permainan dan hiburan dilakukan agar anak-anak dapat kembali merasakan suasana yang nyaman serta memiliki ruang untuk mengekspresikan diri setelah melalui pengalaman bencana yang dapat meninggalkan rasa takut dan cemas.
Kegiatan trauma healing tersebut diisi dengan pemberian hiburan kepada anak-anak, pembagian alat permainan, serta pembagian makanan ringan (snack). Berbagai kegiatan sederhana tersebut menjadi sarana untuk membangun kembali keceriaan anak-anak sekaligus menciptakan suasana yang lebih tenang di tengah kondisi pascabencana.
Lebih dari sekadar memberikan hiburan, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan korban gempa yang tidak hanya bersifat material. Anak-anak juga membutuhkan rasa aman, pendampingan, perhatian, interaksi positif, serta dukungan psikologis agar dapat melewati masa pemulihan dengan lebih baik.
Kehadiran Babinsa bersama tenaga kesehatan di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pendampingan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak, juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Desa Riaraja, Bapak Blasius Minggu; Danramil 1602-01/Ende, Kapten Inf Suryanto Rae; Babinsa Koramil 1602-01/Ende, Serka Piter Kase; serta Tim Kesehatan dari Dandenkes Kupang.
Kegiatan trauma healing di Dusun Kombandaru menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga tentang memulihkan hati, menumbuhkan kembali rasa aman, dan mengembalikan senyum anak-anak yang sempat hilang akibat bencana.
Melalui sinergi TNI, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascagempa di Kabupaten Ende dapat terus berjalan secara menyeluruh. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, anak-anak diharapkan mampu kembali menjalani aktivitas dengan penuh keceriaan, percaya diri, dan rasa aman.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar