Dari Bumi Pancasila, Ende Teguhkan Persatuan dan Gotong Royong di Tengah Pemulihan Pascagempa
- account_circle arash
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ende, 17 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan dan persatuan tetap berkobar di tengah suasana pascagempa yang masih dirasakan masyarakat Kabupaten Ende. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang berlangsung pada Senin (17/8/2026) pukul 08.00 WITA di Lapangan Stadion Marilonga Ende, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.
Meskipun Kabupaten Ende masih berada dalam suasana pemulihan pascagempa, seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh khidmat. Bahkan, di tengah berlangsungnya upacara sempat terjadi gempa susulan dengan skala kecil. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta upacara untuk tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tenang dan penuh penghormatan terhadap momentum bersejarah bangsa Indonesia.
Upacara tersebut dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, MPE, selaku Inspektur Upacara. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Danki Senapan C Yonif 743/PSY Kapten Inf Ikhsan, sedangkan Perwira Upacara dijabat oleh Pasi Pers Kodim 1602/Ende Kapten Inf Suryanto Rae.
Upacara dihadiri Bupati Ende, Dandim 1602/Ende, Kapolres Ende, Kajari Ende, unsur Forkopimda Kabupaten Ende, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, para Asisten Setda Kabupaten Ende, para pimpinan OPD lingkup Kabupaten Ende, Danlanal Ende, Dansubdenpom Ende, Kasdim 1602/Ende beserta para Perwira Staf, Dan Pos AU Ende, para Camat dan Lurah, pimpinan BUMN/BUMD, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara mengajak seluruh peserta untuk memaknai peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan sekaligus memperbarui tekad untuk mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus mampu diwujudkan dalam kehidupan masyarakat melalui kedaulatan, keadilan, kesejahteraan, persatuan, gotong royong, serta partisipasi seluruh elemen bangsa.
Kedaulatan, menurut amanat tersebut, tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan bangsa dalam menentukan masa depannya sendiri, tetapi juga kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri, menjaga persatuan, melindungi kepentingan rakyat, serta mengelola kekayaan bangsa demi sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.
Sementara itu, keadilan harus diwujudkan dengan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan. Pembangunan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun pedesaan, termasuk masyarakat di pelosok dan wilayah terpencil.
Kemakmuran juga harus terus diperjuangkan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya ekonomi daerah, meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pelayanan publik yang semakin baik.
Dalam konteks Kabupaten Ende, semangat tersebut memiliki makna yang sangat penting. Ende merupakan daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, dan sumber daya manusia yang luar biasa. Kabupaten Ende juga memiliki tempat istimewa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia karena di bumi Ende, Bung Karno pernah menjalani masa pengasingan sekaligus menggali gagasan-gagasan kebangsaan yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya Pancasila.
Karena itu, masyarakat Kabupaten Ende memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan semangat kebangsaan yang telah diwariskan para pendahulu.
“Berbeda adalah kekayaan. Bersatu adalah kekuatan,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam amanat tersebut untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak membiarkan perbedaan suku, agama, golongan maupun pilihan politik menjadi sumber perpecahan.
Dalam kesempatan itu, seluruh masyarakat Kabupaten Ende juga diajak menjadikan momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong dan bekerja sesuai tugas serta tanggung jawab masing-masing.
Aparatur pemerintah diharapkan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Para pelaku usaha didorong untuk menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan perekonomian daerah. Para guru dan tenaga pendidik diharapkan terus mencerdaskan generasi penerus bangsa, sementara generasi muda didorong menjadi generasi yang kreatif, produktif, berkarakter, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap tanah air.
Seluruh masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan, merawat lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta terus membangun Kabupaten Ende dengan semangat kebersamaan.
Pelaksanaan upacara di tengah kondisi pascagempa memberikan makna tersendiri bagi peringatan kemerdekaan tahun ini. Gempa susulan yang sempat terjadi dalam skala kecil menjadi bagian dari situasi yang harus dihadapi bersama. Namun, keteguhan peserta upacara untuk tetap mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dan persatuan tidak mudah digoyahkan oleh keadaan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran semangat masyarakat Ende dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana: tetap tegar, saling menguatkan, bergotong royong, dan bersama-sama bangkit membangun daerah.
Upacara kemudian ditutup dengan ajakan untuk mengisi kemerdekaan melalui prestasi, karya dan pengabdian, serta menjadikan Kabupaten Ende sebagai daerah yang semakin maju, mandiri, aman, sejahtera dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai budaya dan jati diri masyarakat.
Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ende diharapkan terus memperkuat persatuan dan kesatuan serta melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja, berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar