Dandim 1608/Bima Hadir di Bandara, Pastikan Dukungan untuk Misi Kemanusiaan di NTT
- account_circle arash
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bima – Kepedulian dan loyalitas terhadap tugas kemanusiaan ditunjukkan Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., dengan hadir langsung menyambut kedatangan Tim Penanggulangan Bencana NTT BKO Kodam IX/Udayana di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Sabtu (15/8/2026) malam. Kehadiran Dandim menjadi bentuk dukungan dan partisipasi Kodim 1608/Bima terhadap upaya penanggulangan bencana serta misi kemanusiaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim Penanggulangan Bencana NTT BKO Kodam IX/Udayana tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Jalan Lintas Provinsi Sumbawa-Bima, Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, sekitar pukul 18.40 Wita menggunakan Helikopter Bell 412 EP Noreg HU-4206 milik TNI AL dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tim tersebut terdiri dari Pilot Helikopter TNI AL Lettu Wayan dan Co-Pilot Letda Jovanda.
Dalam penyambutan tersebut, Dandim 1608/Bima didampingi Danramil 1608-04/Woha Kapten Inf. Ibrahim, Danpos TNI AL Peltu Syarifudin serta Protokol Bandara Peltu Muzaki. Setibanya di bandara, tim langsung menuju pintu keluar Cargo Bandara sebelum bersama rombongan meninggalkan lokasi menuju Rumah Makan Yuli di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.
Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., menegaskan bahwa keterlibatan personel Kodim 1608/Bima dalam menyambut tim tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus loyalitas terhadap tugas kemanusiaan dan komitmen TNI dalam membantu penanggulangan bencana. “Kami siap memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada. Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana di NTT,” ujar Dandim.
Ia menambahkan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Menurutnya, setiap upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada bangsa dan negara. “Tugas kemanusiaan membutuhkan kepedulian, kebersamaan dan loyalitas. Semoga tim yang diberangkatkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Kedatangan Tim Penanggulangan Bencana NTT BKO Kodam IX/Udayana di Bima merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur. Selama proses kedatangan dan keberangkatan tim, situasi di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima terpantau aman, tertib dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar