Generasi Muda Bali di Tengah Arus Zaman, Danrem Tekankan Pentingnya Nasionalisme Nyata
- account_circle arash
- calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gianyar – Sukawati, Rabu (12/8/2026) Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial, nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda. Pesan tersebut disampaikan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H., saat menjadi narasumber Podcast Kompas TV Dewata di Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No. 88 A, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Setibanya di kantor Kompas TV Dewata, Danrem 163/WSA disambut Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., bersama host dan jajaran karyawan Kompas TV. Selanjutnya, Danrem menuju lokasi yang telah disiapkan untuk mengikuti persiapan sebelum podcast dimulai.
Mengangkat tema “Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Generasi Muda”, podcast tersebut menjadi ruang untuk membahas tantangan nasionalisme generasi muda di tengah perubahan zaman. Danrem menyoroti derasnya pengaruh budaya asing dan media sosial yang apabila tidak disikapi secara bijak dapat memengaruhi karakter serta rasa cinta tanah air.
Menurutnya, berbagai persoalan seperti maraknya berita hoaks yang berpotensi memicu perpecahan, sikap kurang peduli terhadap lingkungan dan sesama, kecenderungan materialistis hingga berkurangnya kecintaan terhadap produk dalam negeri merupakan tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Namun, Danrem menegaskan bahwa nasionalisme bagi generasi muda, khususnya di Bali, tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Justru, rasa cinta tanah air dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga kerukunan, melestarikan budaya dan adat Bali, serta bijak menggunakan media sosial, semuanya merupakan bentuk nasionalisme,” pesan Danrem.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan lingkungan sekitar sebagai ruang pertama dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. Tidak membuang sampah sembarangan, menghormati tetangga, membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman merupakan tindakan sederhana yang memiliki makna besar bagi kehidupan berbangsa.
Khusus bagi generasi muda Bali, kecintaan terhadap tanah air juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap budaya dan adat setempat. Melestarikan tradisi, menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur serta memperkenalkan kekayaan budaya Bali secara positif di ruang digital merupakan bagian dari upaya memperkuat jati diri sekaligus nasionalisme generasi muda.
Melalui podcast tersebut, Danrem berharap generasi muda tidak hanya memahami nasionalisme sebagai sebuah konsep, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi perilaku nyata. Sebab, kekuatan bangsa tidak hanya dibangun melalui slogan, melainkan melalui karakter dan tindakan sederhana yang dilakukan oleh setiap generasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P.; Pasi Binwanwil Mayor Inf I Putu Edi Saputra; Kapenrem 163/WSA Mayor Chb I Made Oka; Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Made Yudha Kencana; Babinsa Desa Ketewel Sertu I Wayan Suparta; serta host dan jajaran Kompas TV Dewata.
(Pendim 1616/Gianyar)
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar