Dukung Generasi Sehat, Danramil Poto Tano Turut Hadiri Intervensi Stunting di Posyandu Delima A
- account_circle arash
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumbawa Barat — Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Posyandu Delima A, Dusun Balaman Permai, Desa Tebo, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA tersebut dihadiri sekitar 200 orang dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pencegahan serta penanganan stunting secara terpadu hingga tingkat desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dr. Carlof, M.MRS., MQM., Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa Barat H. I. Made Budi Artha, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat Ns. H. Kamaluddin, S.Kep., Camat Poto Tano Muklis, S.Pd., Danramil Poto Tano Kapten Inf Herry, perwakilan Kapolsek Poto Tano Aiptu Truely Samantha, Kepala Desa Tebo Abdul Wahab, Kabid Dinas Perikanan Ahlul Afwan, S.Pi., serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Poto Tano menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati beserta seluruh unsur yang terlibat. Ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu, khususnya dalam memantau kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi dapat semakin meningkat sehingga angka stunting di Kecamatan Poto Tano dapat terus ditekan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan intervensi serentak tersebut. Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, TNI-Polri, kader Posyandu, serta masyarakat.
Wakil Bupati juga mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi, pola asuh, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
Ia berharap seluruh program percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan sehingga mampu mewujudkan generasi Sumbawa Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Intervensi serentak tersebut juga memiliki sejumlah sasaran penting, di antaranya memastikan ibu hamil, bayi, dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan secara lengkap dan tepat waktu. Selain itu, kegiatan dilakukan untuk mendeteksi secara dini anak yang berisiko mengalami stunting melalui pemantauan pertumbuhan, termasuk pengukuran berat badan dan tinggi badan.
Bagi sasaran yang membutuhkan, intervensi gizi dan kesehatan diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, TNI-Polri, dan instansi terkait.
Melalui pendataan yang akurat, pelayanan terpadu, serta tindak lanjut terhadap ibu hamil dan balita yang berisiko, TPPS Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan prevalensi stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Kegiatan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting TPPS Kabupaten Sumbawa Barat selesai pada pukul 11.20 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar