Semangat Tanpa Batas, TNI dan Masyarakat Pikul Pasir Menembus Arus Sungai di Talibura
- account_circle arash
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
*NTT-SIKKA.* Derasnya arus sungai tidak menyurutkan semangat pengabdian personel Kodim 1603/Sikka bersama masyarakat Desa Watuomok dalam mendukung pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda. Dengan memikul material pasir di pundak dan berjalan menembus aliran sungai, mereka bergotong royong mengangkut kebutuhan pembangunan menuju lokasi proyek di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (03/08/2026).
Pemandangan penuh perjuangan itu terlihat sejak pagi hari. Personel TNI dan warga saling membantu membawa pasir dari titik pengumpulan material menuju lokasi pembangunan jembatan yang berada di seberang sungai. Medan licin, bebatuan, dan arus air yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menghalangi tekad mereka untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat setempat. Semangat kebersamaan dan kerja keras tampak begitu kuat ketika setiap karung pasir dipikul bergantian demi memastikan material tiba di lokasi pembangunan.
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana S.Sos. M.Han., menyampaikan apresiasi atas semangat pantang menyerah yang ditunjukkan personel dan masyarakat.
“Perjuangan memikul material melewati arus sungai ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Sikka masih sangat kuat. Kami bangga melihat personel dan warga bekerja bersama tanpa mengenal lelah demi terwujudnya jembatan yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Dandim.
Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran jembatan nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Meski menghadapi kondisi alam yang cukup berat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Perjuangan menembus derasnya arus sungai itu menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan di wilayah pedesaan dapat terwujud melalui kerja keras, solidaritas, dan pengabdian tanpa pamrih.
(PENDIM 1603/SIKKA)
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar