Mengabdi di Ufuk Timur, Sinergi Prajurit Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema dan Warga Wunabunggu Bangun Kedamaian
- account_circle arash
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WUNABUNGGU, LANNY JAYA — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 742/SWY Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi benteng keamanan, tetapi juga pelayan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan patroli keamanan yang dirangkaikan dengan karya bakti dan pengobatan gratis di Gereja Baptis Mbu, Distrik Melagi, Kabupaten Lani Jaya, Papua, pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang melibatkan langsung seluruh warga Kampung Mbu ini merupakan bagian dari upaya Pembinaan Teritorial (Binter) terbatas dan Komunikasi Sosial (Komsos) untuk mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah penugasan.
Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menyampaikan bahwa pendekatan kemanusiaan adalah prioritas utama dalam setiap penugasan.
”Kehadiran prajurit TNI di tanah Papua bukan sekadar untuk memanggul senjata dan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai saudara yang hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui karya bakti dan pengobatan gratis ini, kami ingin memastikan bahwa rakyat di perbatasan merasakan kehadiran negara yang membawa kedamaian, kesejahteraan, serta kesehatan,” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Komandan Pos (Danpos) TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, yang memimpin langsung jalannya kegiatan di lapangan, menjelaskan bahwa sinergi dan pembagian tugas menjadi kunci kelancaran bakti sosial tersebut.
”Dalam pelaksanaannya, kami membagi kekuatan menjadi dua tim. Satu tim yang saya pimpin turun langsung bergotong royong bersama warga membersihkan area gereja serta memberikan pelayanan pengobatan gratis. Sementara itu, satu tim lainnya di bawah pimpinan Letda Inf Roni Setiawan bersiaga penuh mengamankan wilayah di sekitar lokasi agar warga merasa tenang dan nyaman selama kegiatan berlangsung,” ujar Letda Mathias.
Kehadiran para ksatria pelindung perbatasan ini disambut dengan penuh kehangatan oleh warga. Pendeta Gereja Baptis Mbu, Bapa Yurus Kiwo, mewakili jemaat dan masyarakat setempat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dedikasi para prajurit.
”Terima kasih kepada TNI, khususnya personel Satgas TK Wunabunggu yang dengan tulus membantu kami merawat gereja ini. Kami sangat bersyukur karena TNI tidak hanya menjaga kampung kami, tapi juga peduli dengan kesehatan masyarakat. Semoga selama ada prajurit di sini, seluruh warga dapat terus beraktivitas dengan aman dan damai,” ungkap Pendeta Yurus.
Saat tiba di lokasi kegiatan para prajurit dari TK Wunabunggu disambut baik dan hangat oleh tokoh agama dan warga sekitar sehingga pada puncak kegiatan karya bakti dan pengobatan gratis berlangsung dengan khidmat dan penuh kasih.
Rangkaian kegiatan bakti kemanusiaan tersebut rampung, prajurit dan masyrakat membawa pulang senyum dan kedekatan yang semakin erat bersama masyarakat Lanny Jaya.
(Pen Satgas 742)
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar