Jembatan Gantung Garuda Menuju Penyelesaian, Sinergi TNI dan Warga Buka Akses Kemajuan di Kabupaten Ende
- account_circle arash
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ende, 30 Juli 2026 – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang melintasi Sungai Lowolaka, Desa Fata’atuh Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pembangunan yang dipimpin oleh Tim Pelaksana Konstruksi Kodim 1602/Ende tersebut menjadi salah satu proyek strategis yang akan menghubungkan Desa Fata’atuh Timur, Desa Aelipo, dan Desa Aendoko, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Jembatan Gantung Garuda dirancang memiliki bentangan sepanjang 90 meter yang melintasi Sungai Lowolaka dengan lebar sungai sekitar 70 meter, kedalaman air normal 1 meter, dan tinggi muka air saat banjir mencapai 3 meter, dengan kecepatan arus normal sekitar 2,5 meter per detik.
Keberadaan jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Fata’atuh Timur dengan jumlah penduduk 1.025 jiwa (242 KK), Desa Aelipo sebanyak 576 jiwa (140 KK), serta Desa Aendoko dengan 359 jiwa (90 KK).
Berdasarkan laporan perkembangan pekerjaan hingga Kamis, 30 Juli 2026, sejumlah tahapan pembangunan telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pekerjaan pembersihan lahan, perataan lahan, pemasangan bowplank, penggalian lubang pondasi, hingga pembuatan pondasi lantai kerja telah rampung 100 persen.
Sementara itu, pekerjaan pembuatan begisting telah mencapai 90,3 persen, pengecoran pondasi 96 persen, pemotongan dan perakitan besi gapura 35 persen, serta langsir material telah mencapai 60 persen. Adapun pemasangan bentangan sling dan pembuatan plang identitas jembatan beserta pengecatannya akan dilaksanakan pada tahapan pekerjaan berikutnya.
Secara keseluruhan, progres pembangunan telah berjalan sesuai target dengan realisasi mencapai 43,2 persen, sama dengan rencana yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan pekerjaan tetap berada pada jalur yang direncanakan.
Keberhasilan pembangunan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara 20 personel TNI bersama 20 orang masyarakat yang setiap hari bergotong royong di lokasi pembangunan. Dukungan juga diberikan secara langsung oleh Kepala Desa Fata’atuh Timur yang aktif terlibat dalam membantu percepatan pembangunan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Meskipun demikian, pelaksanaan pembangunan masih menghadapi tantangan berupa mobilisasi material menuju lokasi proyek yang memerlukan waktu sekitar 2,5 jam dari pusat kota. Kendala tersebut tidak menyurutkan semangat personel Kodim 1602/Ende bersama masyarakat untuk terus bekerja secara maksimal demi memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Melalui pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Kodim 1602/Ende kembali membuktikan bahwa kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai motor penggerak pembangunan. Diharapkan, setelah selesai dibangun, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru yang memperlancar aktivitas masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Ende.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar