Medan Sulit dan Angin Kencang, Babinsa Monitor Kebakaran Bukit Kursi Pemuteran dari Kaki Gunung
- account_circle arash
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULELENG – Aksi tanggap darurat ditunjukkan oleh aparat gabungan di Kecamatan Gerokgak saat merespons peristiwa kebakaran hutan yang melanda kawasan perbukitan. Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di hutan Bukit Ngandang, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, tepatnya di sebelah barat kawasan suci Pura Bukit Kursi, pada Jumat (17/7/2026) sore.
Kondisi medan yang dipenuhi semak belukar dan rumput ilalang kering, ditambah embusan angin yang kencang, membuat kobaran api dengan cepat membesar dan meluas, memicu kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur terkait.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 16.00 WITA. Warga yang berada di sekitar Pura Bukit Kursi dikejutkan oleh kemunculan kepulan asap tebal dan kobaran api dari arah perbukitan. Sadar akan potensi bahaya yang mengancam, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun (Kadus) Yeh Panes, Putu Sumantra.
Mendapat laporan darurat dari warga, Kadus Yeh Panes langsung bergerak cepat menghubungi pihak-pihak terkait, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemadam kebakaran, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng guna meluncur ke lokasi kejadian.
Hanya berselang 30 menit, sekitar pukul 16.30 WITA, tim awal yang terdiri dari Babinsa Pemuteran Serka Komang Sumiarta, Bhabinkamtibmas Aipda Gede Astawa, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak KRPH Gerokgak, dan Ketua LPHD Pemuteran telah tiba di titik pantau terdekat. Namun, tim gabungan sempat menghadapi kendala medan.
“Saat kami tiba, api sudah membesar akibat tiupan angin kencang serta vegetasi di lokasi yang sangat kering. Mengingat titik api berada di ketinggian bukit yang curam, tim tidak bisa langsung mendekat ke pusat api demi keselamatan, sehingga tindakan awal difokuskan pada pemantauan intensif dari lereng bawah,” ujar Serka Komang Sumiarta.
Untuk mengantisipasi situasi yang semakin dinamis, kekuatan penuh dikerahkan ke lokasi. Pemantauan dan upaya lokalisasi api ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat dan tim ahli, di antaranya:
* Danramil 08/Gerokgak, Kapten Inf Made Sudiarcana.
* Balai Dalkarhut/KRPH Gerokgak (2 personel dipimpin Gunawan).
* Babinsa & Bhabinkamtibmas Desa Pemuteran.
* Sat Pol PP Kecamatan Gerokgak.
* Masyarakat Peduli Api (MPA) Pemuteran (6 orang).
* Ketua LPHD Pemuteran, Nyoman Surya.
* Kadus Yeh Panes (Putu Sumantra) & Kadus Pala Sari (Ketut Artawan).
* Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng (7 personel).
* BPBD Kabupaten Buleleng (10 personel).
Berdasarkan hasil analisis sementara di lapangan, kebakaran hutan ini diduga kuat dipicu oleh faktor alam. Cuaca ekstrem yang panas disertai angin kencang menyebabkan terjadinya gesekan antarranting pohon yang kering. Gesekan konstan tersebut memicu percikan api yang dengan cepat menyambar rumput ilalang kering di sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, beruntung tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa ini. Sementara itu, luasan total lahan hutan yang hangus terbakar masih dalam proses pendataan dan belum bisa dipastikan secara detail oleh pihak berwenang.
Berkat kesigapan tim gabungan yang terus berjaga-jaga dan memetakan jalur rembetan, potensi bahaya dapat ditekan. Aparat gabungan sengaja memperketat penjagaan di sekitar kaki bukit untuk memastikan agar lidah api tidak turun dan merembet ke area pemukiman warga Desa Pemuteran.
Memasuki malam hari, pantauan visual dari bawah menunjukkan bahwa intensitas kobaran api sudah mulai mengecil secara signifikan. Kendati demikian, personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, dan relawan MPA tetap disiagakan di posko pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru akibat tiupan angin malam.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar