Pemdes Parado Wane Fasilitasi Mediasi Klaim Lahan Warga dengan PT Pelita Insan Timur
- account_circle arash
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bima – Pemerintah Desa Parado Wane memfasilitasi mediasi terkait sengketa lahan antara sejumlah warga Dusun Woro dengan pihak PT Pelita Insan Timur (PT PIT) yang berlangsung di Kantor Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Sabtu (13/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Camat Parado, Wadanramil 1608-07/Monta, Plt. Kapolsek Parado, Kepala Desa Parado Wane, Babinsa, Direktur PT PIT, tokoh masyarakat, para saksi, serta warga yang mengklaim kepemilikan lahan. Mediasi digelar untuk mencari solusi atas klaim sejumlah bidang tanah yang menurut warga belum mendapatkan penyelesaian pembayaran dari pihak perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak menyampaikan keterangan masing-masing terkait status kepemilikan lahan yang dipersoalkan. Pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk bersikap netral dan mengedepankan penyelesaian berdasarkan data yang sah. Camat Parado menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan, sedangkan Wadanramil 1608-07/Monta berharap sengketa segera diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik, sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga iklim investasi yang dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Hasil mediasi menyimpulkan bahwa proses penyelesaian masih memerlukan kelengkapan dokumen, terutama surat jual beli sebagai dasar pembuktian kepemilikan lahan. Selain itu, pihak yang sebelumnya melakukan transaksi penjualan tanah kepada PT PIT akan dimintai klarifikasi guna memperjelas riwayat kepemilikan. Pertemuan yang berakhir pukul 14.15 Wita tersebut berlangsung aman dan lancar, dengan kesepakatan bahwa mediasi kali ini merupakan tahap awal pengumpulan data dan bahan keterangan sebelum dilakukan langkah penyelesaian lebih lanjut oleh pemerintah desa bersama pihak terkait.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar