Kodim 1628/Sumbawa Barat Dukung Penuh Program P4GN dan Desa Bersinar
- account_circle arash news
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2026, bertempat di Aula Kesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat, Kompleks KTC, Kecamatan Taliwang, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Rapat dihadiri sekitar 25 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, aparat penegak hukum, tokoh agama, serta pemerintah desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat drh. Khairil Jibril, MM, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat Saefullah, S.IP, Kepala BNNK Sumbawa Barat Indah Poernomosari, S.E., M.Ak., Bati Intel Kodim 1628/Sumbawa Barat Pelda Sofyan Hadi mewakili Pasi Intel Kodim 1628/Sumbawa Barat, perwakilan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Aqswa, SH, Ketua MUI Kabupaten Sumbawa Barat TGH. Burhanuddin, perwakilan Satpol PP, serta Kepala Desa Kertasari dan Kepala Desa Tepas.
Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan bahwa kegiatan rapat Tim Terpadu P4GN merupakan agenda strategis yang bertujuan memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 telah diprogramkan pembentukan dua Desa Bersinar (Bersih Narkoba), yakni Desa Kertasari dan Desa Tepas, serta pembentukan Sekolah Bersinar sebagai langkah nyata dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan bahwa keberadaan Tim Terpadu P4GN tidak boleh hanya bersifat formalitas administratif, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, ancaman narkoba saat ini telah merambah kalangan pelajar sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Pencegahan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus membangun kualitas manusianya agar mampu menangkal pengaruh narkoba. Saya berharap seluruh unsur yang tergabung dalam Tim Terpadu P4GN dapat berkolaborasi secara maksimal untuk melindungi generasi muda kita,” tegas Sekda.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNNK Sumbawa Barat memaparkan berbagai data dan perkembangan terkait penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi penyalahgunaan narkoba dalam satu tahun terakhir mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa penduduk Indonesia usia 15 hingga 64 tahun.
Paparan tersebut juga menjelaskan bahwa peningkatan penyalahgunaan narkoba terjadi pada berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan usia produktif. Jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan antara lain ganja, sabu-sabu dan berbagai jenis obat-obatan terlarang lainnya.
Selain itu, BNNK memaparkan berbagai regulasi terkait P4GN, pelaksanaan Rencana Aksi Nasional P4GN, capaian program pemerintah daerah, target pelaksanaan program hingga strategi yang harus dilakukan untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan pencegahan, edukasi, skrining, rehabilitasi dan penguatan ketahanan masyarakat.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta menyampaikan berbagai masukan terkait upaya pencegahan narkoba di lingkungan sekolah, desa dan masyarakat. Seluruh peserta sepakat bahwa penanganan permasalahan narkoba membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, BNNK, TNI, Polri, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan.
Kodim 1628/Sumbawa Barat yang diwakili Bati Intel Kodim Pelda Sofyan Hadi menyatakan kesiapan TNI dalam mendukung program P4GN melalui pembinaan teritorial, deteksi dini serta kerja sama dengan seluruh instansi terkait guna mencegah berkembangnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah.
Kegiatan rapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar hingga berakhir pada pukul 11.45 WITA. Diharapkan melalui sinergi seluruh komponen bangsa, Kabupaten Sumbawa Barat dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba serta mampu melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi menciptakan generasi yang sehat, produktif dan berdaya saing.
- Penulis: arash news



Saat ini belum ada komentar