Sinergi Babinsa dan KSDA Perkuat Pengawasan Kawasan Konservasi Demi Kelestarian Komodo
- account_circle arash news
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai Barat – Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan perlindungan satwa endemik Indonesia, Babinsa Desa Macang Tanggar Koramil 1630-01/Komodo, Sertu Yamin, menghadiri sekaligus mengikuti patroli rutin kawasan konservasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Selasa, 23 Juni 2026.
Patroli dimulai dari Wae Wuul, Kampung Menjaga, Desa Macang Tanggar, sebagai titik awal keberangkatan tim gabungan menuju kawasan konservasi. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita tersebut melibatkan Babinsa Desa Macang Tanggar, Bhabinkamtibmas Desa Macang Tanggar, Bhabinkamtibmas Desa Warloka, personel KSDA, serta petugas Puskeswan Komodo.
Patroli dilaksanakan sebagai upaya menjaga kelestarian habitat komodo dengan sasaran utama mengantisipasi keberadaan satwa liar yang dapat menjadi pesaing komodo, seperti anjing liar, serta mencegah aktivitas perburuan menggunakan senapan angin maupun busur dan panah di kawasan konservasi.
Tim patroli menyusuri tiga titik pengawasan dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer pada setiap titik. Selain melakukan pemantauan terhadap kondisi habitat komodo, petugas juga memeriksa pilar batas antara kawasan konservasi KSDA dengan tanah adat milik masyarakat guna memastikan batas wilayah tetap terjaga dengan baik.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Tim tidak menemukan adanya satwa pesaing komodo maupun masyarakat yang melakukan aktivitas berburu di dalam kawasan konservasi. Namun demikian, petugas masih mendapati sejumlah sapi peliharaan warga yang masuk ke dalam kawasan konservasi.
Temuan tersebut menjadi perhatian bersama dan akan ditindaklanjuti melalui pendekatan persuasif serta sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memperhatikan ternak peliharaannya demi menjaga keseimbangan ekosistem kawasan konservasi.
Melalui kolaborasi yang solid, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan konservasi terus meningkat, sehingga kelestarian komodo sebagai satwa endemik Indonesia dapat tetap terpelihara untuk generasi mendatang.
- Penulis: arash news
























Saat ini belum ada komentar