Lebih dari Penjaga Keamanan: Sentuhan Kasih Yonif 742 Majukan Petani Papua
- account_circle arash
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LANI JAYA, PAPUA PEGUNUNGAN — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha (Yonif 742/SWY) terus mewujudkan darma baktinya untuk masyarakat Papua. Rabu (18/5/2026),
Personel Pos TK Tumbubur turun langsung memborong hasil pertanian warga (Rosita) sekaligus membagikan Sarana Penggalangan (Sargal) berupa biskuit dan permen di depan Pos TK Tumbubur, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lani Jaya. Langkah humanis ini menjadi wujud nyata kepedulian prajurit TNI dalam mendongkrak perekonomian masyarakat pedalaman.
Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua bukan sekadar garda penjaga keamanan, melainkan juga pendorong roda kesejahteraan rakyat.
”Prajurit Ksatria Satya Wira Yudha harus selalu hadir menjadi solusi dan pengayom di tengah rakyat. Aksi memborong hasil Tani ini adalah wujud dukungan ekonomi langsung agar dapur masyarakat tetap mengepul. Melalui kepedulian sederhana ini, kami ingin memastikan kemanunggalan TNI dan rakyat terus terjalin erat, tak terpisahkan di ufuk timur Indonesia,” tegas Letkol Dedi.
Senada dengan Dansatgas, Komandan Pos (Danpos) TK Tumbubur, Lettu Inf Mahandiva Archi Arahman, S.Tr.(Han), mengungkapkan bahwa kegiatan penuh keakraban ini merupakan respons cepat prajurit atas informasi dari tokoh masyarakat setempat.
”Sejak pagi, Bapak Kepala Desa melaporkan bahwa warga akan menjajakan hasil kebunnya di sekitar pos. Kami segera merespons dengan mengerahkan tim untuk mendatangi lokasi, berbincang santai dari hati ke hati, lalu memborong sayur-mayur mereka. Senyum semringah warga, terutama saat kami membagikan biskuit dan permen, adalah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Lettu Mahandiva.
Pelaksanaan aksi di lapangan ini dikawal oleh satu tim yang dipimpin Sertu Antonius Florence Pera bersama sembilan personel lainnya, yaitu Serda Alfar, Praka Papang, Pratu Darmawan, Pratu Suhardin, Pratu Ancis, Pratu Rohi, Pratu Wiranto, Pratu Ardiansyah, dan Prada Ashabul.
Dalam pelaksanaannya, interaksi tidak hanya sebatas transaksi jual beli. Para prajurit langsung membaur, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos), dan bertukar cerita mengenai kondisi keamanan serta kehidupan sehari-hari warga di perkampungan Tumbubur.
Masyarakat Tumbubur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran prajurit TNI. Melalui pembelian hasil bumi ini, TNI tidak hanya membawa pulang sayur-mayur, tetapi juga berhasil memenangkan hati rakyat dan menggerakkan roda ekonomi lokal secara nyata.
(Pen Satgas 742)
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar