Ksatria Wira Yudha Borong Hasil Bumi, Senyum Mama-Mama Papua Merekah di Andugume
- account_circle arash news
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUNCAK JAYA – Di balik rimbunnya pegunungan dan dinginnya udara Distrik Andugume, sebuah bakti nyata kembali ditorehkan oleh para prajurit penjaga kedaulatan.
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY membuktikan bahwa keberadaan mereka bukan sekadar menjaga garis batas, melainkan menjadi pelindung sekaligus penggerak nadi ekonomi masyarakat di wilayah penugasan, Kamis (14/05/2026).
Langkah kaki sejumlah Mama-mama Papua yang memikul noken berisi hasil bumi terasa lebih ringan hari itu. Setibanya di gerbang Pos TK Andugume, mereka disambut hangat oleh Dantim 2, Sertu Alexander F. Pati, bersama Bamin Log Serda Furkan dan personel pengamanan lainnya.
Tak butuh waktu lama bagi para Ksatria Wira Yudha ini untuk menunjukkan kepeduliannya; seluruh sayur-mayur dan buah-buahan segar hasil keringat warga langsung diborong habis tanpa sisa.
Danpos TK Andugume, Kapten Inf Triprasetya, S.Tr. (Han), mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan langkah spontan namun terukur untuk meringankan beban warga.
”Kami ingin memastikan kehadiran TNI memberikan dampak nyata yang menyentuh dapur masyarakat. Dengan memborong hasil tani ini, para Mama-mama tidak perlu lagi berjalan berkilo-meter menembus medan yang berat menuju pasar. Di sela-sela transaksi, kami juga berbincang akrab, mendengarkan keluh kesah mereka sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terjaga,” ujar Kapten Inf Triprasetya.
Semangat pengabdian ini pun mendapat apresiasi penuh dari pucuk pimpinan. Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa setiap prajurit Wira Yudha membawa misi mulia untuk memenangkan hati rakyat. Menurutnya, membantu kesulitan ekonomi di tingkat akar rumput adalah bentuk pertahanan yang paling hakiki.
”Tugas kami bukan sekadar menjaga perbatasan, melainkan menjaga harapan di hati rakyat. Memborong hasil tani adalah langkah konkret untuk memutar roda ekonomi lokal. Saya berharap kedekatan ini terus terjaga, karena stabilitas keamanan di Papua akan tegak lurus dengan kesejahteraan dan rasa aman yang dirasakan masyarakat,” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro dengan penuh semangat.
Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti Kampung Andugume saat matahari mulai merendah. Para Mama-mama pulang dengan tangan kosong namun dengan noken yang terisi penuh oleh harapan dan modal untuk keluarga. Mereka pulang membawa cerita tentang para ksatria berbaju loreng yang tidak hanya membawa senjata untuk menjaga, tetapi juga membawa ketulusan untuk berbagi.
(Pen Satgas 742)
- Penulis: arash news





















Saat ini belum ada komentar