Tradisi Ter-teran di Desa Adat Saren Berlangsung Khidmat, Polsek Bebandem Pastikan Keamanan Tetap Kondusif
- account_circle Rossa
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Puncak prosesi adat Usaba Dalem yang dirangkaikan dengan tradisi Ter-teran atau Perang Api di Desa Adat Saren, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, resmi berakhir pada Sabtu (18/4/2025) malam. Kegiatan yang memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar di bawah pengamanan ketat personel Polsek Bebandem.
Tradisi tahunan yang ikonik ini melibatkan krama dari lima Banjar Adat, yakni Banjar Adat Saren Anyar, Saren Kangin, Dukuh, Pesawan, dan Saren Kauh. Diperkirakan sebanyak 400 pemedek memadati lokasi untuk menyaksikan maupun berpartisipasi dalam ritual yang menggunakan sarana sabut kelapa yang dibakar tersebut.
Sinergi Pengamanan di Lapangan
Kapolsek Bebandem, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suastawan, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya pengamanan didampingi Padal Ipda I Wayan Sudibia. Sebanyak 8 personel Polsek Bebandem dikerahkan untuk bersinergi dengan 8 anggota Pecalang Desa Adat Saren guna memastikan situasi tetap terkendali.
”Fokus utama kami adalah pengamanan jalur dan pemantauan di titik kerumunan. Mengingat sarana yang digunakan adalah api, kami juga memastikan agar prosesi tidak menimbulkan potensi kebakaran yang meluas serta mencegah gangguan kamtibmas lainnya,” ujar AKP I Gusti Ngurah Bagus Suastawan.
Jalannya Tradisi
Dalam pelaksanaannya, warga dibagi menjadi dua kelompok yang saling berhadapan. Meski suasana riuh dengan lemparan api dari sabut kelapa, masyarakat tetap mengikuti arahan petugas sehingga tidak ada insiden menonjol yang terjadi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 18.30 WITA tersebut berakhir pada pukul 21.00 WITA. Hingga acara usai, situasi di Desa Adat Saren terpantau sangat kondusif. Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti koordinasi yang solid antara kepolisian dan tokoh adat setempat dalam menjaga kelestarian tradisi budaya di Kabupaten Karangasem.
- Penulis: Rossa



Saat ini belum ada komentar