Lahan Terlantar Disulap Jadi Lahan Produktif, Tabanan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Petani
- account_circle arash news
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tabanan PR – Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri Rapat Koordinasi Strategi Perluasan Lahan dan Produksi Jagung di Lahan Terlantar atau Belum Dimanfaatkan yang digelar di Ruang Rapat Utama Polres Tabanan, Selasa (14/4). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Tabanan, perangkat daerah terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta jajaran Kepolisian Resor Tabanan.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen bersama untuk mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya melalui optimalisasi lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan arahan Bupati Tabanan yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan peningkatan produksi jagung di Kabupaten Tabanan.
Menurut Wabup Dirga, upaya perluasan areal tanam jagung di lahan terlantar merupakan salah satu terobosan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani. Ia mengapresiasi inisiatif yang telah dibangun oleh jajaran kepolisian bersama seluruh pihak terkait dalam mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif agar dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah.
Lebih lanjut, Dirga menegaskan bahwa pemanfaatan lahan terlantar harus dilakukan secara tepat dan terukur, tanpa mengganggu pola tanam masyarakat yang sudah berjalan. Ia menilai, pendataan lahan menjadi hal yang sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang akurat dan terintegrasi. Dengan demikian, lahan yang dapat dioptimalkan untuk penanaman jagung dapat dipetakan secara jelas, baik dari sisi luas, status kepemilikan, maupun potensi pengelolaannya.
Dalam arahannya, ia juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, BPN, hingga perangkat desa dan para petani. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada tersedianya lahan, tetapi juga pada kesiapan sistem pendukung, termasuk pembinaan kepada petani, ketersediaan sarana produksi, hingga kepastian pasar bagi hasil panen jagung nantinya.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” tegasnya. Karena itu, dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar upaya perluasan lahan tanam jagung benar-benar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi awal dari langkah terpadu dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi lahan terlantar di Kabupaten Tabanan. Dengan kerja sama yang solid, pemanfaatan lahan belum produktif dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung berbagai langkah inovatif di bidang pertanian. Optimalisasi lahan terlantar untuk pengembangan jagung diharapkan tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Tabanan. @prokopimtabanan
- Penulis: arash news



Saat ini belum ada komentar