Infrastruktur Desa Diperkuat,Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Wilayah Kodim 1609/Buleleng Berjalan Lancar
- account_circle Rossa
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SERIRIT, (15/04/2026) — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, terus menunjukkan progres yang positif. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur wilayah guna memperkuat konektivitas antar desa serta memperlancar mobilitas masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.
Pada pelaksanaan kegiatan hari Selasa, sejumlah pekerjaan fisik terus dikerjakan secara bertahap, meliputi pemasangan batu gunung lantai dasar pilon yang telah mencapai 31 persen, serta pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul sebesar 7 persen. Selain itu, progres pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat mencapai 9 persen, dengan pengecorannya telah mencapai 7 persen. Sementara itu, pekerjaan pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh mulai berjalan dengan capaian 3 persen, disertai pengecoran awal sebesar 2 persen.
Di sisi lain, kegiatan dropping dan pelangsiran material juga terus dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan. Untuk tepi dekat, progres distribusi material telah mencapai 13,5 persen yang meliputi pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen, dan besi. Sedangkan untuk tepi jauh, progres dropping material mencapai 7,5 persen. Adapun pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak di kedua sisi telah selesai 100 persen, menandai kesiapan pelaksanaan tahapan konstruksi berikutnya.
Secara keseluruhan, progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga saat ini telah mencapai 12,5 persen. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 6 orang dan Zibang 2 orang, serta didukung partisipasi aktif masyarakat setempat sebanyak 12 orang. Sinergi antara TNI dan masyarakat ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan percepatan pembangunan di lapangan.
Kondisi situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan terkendali dengan cuaca yang cerah sejak pagi hingga sore hari, sehingga mendukung kelancaran pekerjaan. Ke depan, rencana pekerjaan akan difokuskan pada pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh, pelangsiran material, serta pemasangan batu gunung lantai dasar pylon di tepi jauh, guna menjaga konsistensi progres pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.
- Penulis: Rossa



Saat ini belum ada komentar