Menenun Napas Bali untuk Indonesia”: Jegeg Tri Busana, Inovasi Wastra Persit Kodam IX/Udayana Siap Memukau Ajang PERSIT BISA 2 di Jakarta
- account_circle arash news
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar – Menuju perhelatan akbar Gebrak Panggung PERSIT BISA 2 Tahun 2026 di Jakarta, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana menyiapkan kejutan budaya yang sarat inovasi. Melalui tangan kreatif Ny. Gek Yuni, anggota Persit KCK Koorcab Rem 163, wastra legendaris Bali yakni Tenun Endek dibawa ke level yang lebih tinggi melalui unit usaha Jegeg Tri Busana.
Tenun Endek bukan sekadar kain; ia adalah representasi nilai “ngendek” yang berarti tetap atau diam—sebuah simbol keteguhan nilai budaya Bali di tengah gempuran modernisasi. Di tangan Ny. Gek Yuni, filosofi ini diterjemahkan menjadi produk fashion yang adaptif, elegan, dan berdaya saing global.
Dedikasi Belasan Tahun Menjaga Tradisi Berawal dari keahlian yang diwariskan turun-temurun, Ny. Gek Yuni membangun Jegeg Tri Busana sejak 13 tahun silam. Usaha yang berpusat di Kota Denpasar ini kini telah berkembang pesat dengan memberdayakan delapan orang karyawan, mulai dari penenun lokal hingga penjahit profesional.
“Kami ingin membuktikan bahwa Endek bisa masuk ke semua lini kehidupan, mulai dari busana harian, seragam kantoran, hingga busana formal upacara. Di Jegeg Tri Busana, kami menjaga keaslian teknik ikat pakan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), namun dengan desain yang lebih fresh dan modern,” ujar Ny. Gek Yuni.
Sentuhan Teknologi dalam Helai Benang Salah satu inovasi yang menonjol dari Jegeg Tri Busana adalah penggunaan sistem komputer dalam tahap perancangan desain. Langkah ini diambil untuk meningkatkan presisi motif tanpa meninggalkan pakem tradisional. Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari kain Endek motif Sidemen dan Jembrana yang ikonik, hingga produk siap pakai (ready-to-wear) seperti atasan dan setelan modern yang diminati pasar milenial.
Keuletan Ny. Gek Yuni juga membawa Jegeg Tri Busana bergabung dalam jaringan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali. Keterlibatan aktif dalam berbagai pameran nasional dan internasional menjadi bukti bahwa inovasi Persit Kodam IX/Udayana memiliki standar kualitas yang diakui secara luas.
Inspirasi Kemandirian Ekonomi Kehadiran Jegeg Tri Busana dalam ajang PERSIT BISA 2026 di Jakarta bukan hanya soal pameran produk, melainkan narasi tentang kemandirian ekonomi istri prajurit. Ny. Gek Yuni menjadi sosok nyata bagaimana peran seorang anggota Persit mampu menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi keluarga.
Kodam IX/Udayana melalui Persit KCK PD IX/Udayana terus memberikan dukungan penuh bagi UMKM seperti Jegeg Tri Busana agar terus berinovasi. Dengan semangat “Ditenun dengan Tradisi, Bergerak dengan Visi”, Tenun Endek siap melangkah pasti dari Bali untuk memikat hati masyarakat di Jakarta dan seluruh Indonesia.
- Penulis: arash news



Saat ini belum ada komentar