Letjen TNI Gabriel Lema S.Sos Soroti Wawasan Kebangsaan Perempuan
- account_circle arash news
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT-KUPANG – Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema S.Sos menghadiri sekaligus memberikan materi dalam seminar menyongsong Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD NTT 1951–2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema Peran Perempuan dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagai Strategi Pencegahan Kekerasan dan Penjaga Martabat Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 yang dihadiri oleh Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf Kadek Abriawan, S.I.P.,M.H.I dan diikuti sekitar 170 peserta. Sabtu (07/03/2026).
Seminar berlangsung di Hotel Timore Kupang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars WKRI, doa bersama, laporan panitia, serta sambutan dari Ketua WKRI DPD NTT Kristin Ragu dan Presidium WKRI DPD NTT Josefina Seran Gheta.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt. Dalam sambutannya, ia menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di NTT yang tercermin dari data akumulasi narapidana. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai kasih, pengampunan, dan kerendahan hati sebagaimana diajarkan dalam iman Kristiani.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang Mgr.Hironimus Pakaenoni dalam materinya menyoroti berbagai realitas sosial di NTT seperti kemiskinan struktural, migrasi rentan, perdagangan orang, kekerasan terhadap perempuan, hingga fenomena bunuh diri dan aborsi tersembunyi. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan jaringan ketidakadilan yang harus dipahami sebagai luka sosial yang memerlukan perhatian bersama.
Pada sesi materi kedua, Letjen TNI Gabriel Lema, S.Sos menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dalam menghadapi tantangan global. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai benteng pertahanan bangsa, terutama melalui peran dalam keluarga sebagai pendidik pertama, penguat karakter generasi muda, serta penjaga nilai moral masyarakat.
Ia juga menyoroti dampak negatif perkembangan teknologi dan media digital terhadap generasi muda, seperti kecanduan gawai, judi online, pornografi, hingga gangguan mental yang dapat memicu berbagai tindak kriminalitas. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan disiplin, nilai moral, serta karakter kebangsaan sejak dini di lingkungan keluarga.
Seminar yang dipandu moderator Prof. Dr Yuli Salosso itu juga diwarnai sesi tanya jawab dari peserta, termasuk mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama yang menegaskan bahwa perempuan merupakan garda terdepan dalam memperkuat persatuan, membangun budaya damai, serta menjaga martabat bangsa menuju Indonesia Emas 2045. *(Pendim1604)*
- Penulis: arash news



Saat ini belum ada komentar