Lewat Tol Laut Sabuk Nusantara 49, Korem 162/WB dan Kodim Bima Pasok Logistik Gempa NTT
- account_circle arash
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Bima _ Kodim 1608/Bima bersama Korem 162/Wira Bhakti resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui perairan Bima, Sabtu (22/8/2026). Pengiriman logistik ini memanfaatkan armada perairan Kapal Tol Laut Sabuk Nusantara 49 guna menunjang pasokan kebutuhan darurat bagi warga terdampak di wilayah perbatasan.
Dandim 1608/Bima menegaskan bahwa keputusan mengalihkan moda transportasi pada gelombang kedua ini diambil demi mendongkrak kapasitas volume barang yang dikirim. “Ini adalah kali kedua Kodim 1608/Bima mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di NTT. Tahap pertama sebelumnya telah kita kirimkan lewat jalur udara, dan kali ini kita salurkan menggunakan jalur laut agar muatan bantuan yang dibawa bisa lebih maksimal,” ujar Dandim 1608/Bima.
Proses pemuatan bantuan diawasi langsung oleh Babinsa Kelurahan Tanjung, Serma Samsurizal di dermaga pelabuhan dalam kondisi tertib dan aman. Total paket logistik mencakup 23 karung bahan pokok hasil gabungan posko Korem 162/WB dan Kodim 1608/Bima. Kapal yang dikomandani oleh Kapten Supriadin ini dijadwalkan bertolak menuju Pelabuhan Reo, NTT, tepat pukul 15.00 WITA.
Aksi tanggap darurat ini mengusung semangat kearifan lokal Bima Su’u Sawa’u Sia Sawale, yakni prinsip bahu-membahu dan saling menopang dalam memikul beban duka sesama. Nilai-nilai pengabdian prajurit diwujudkan secara konkret melalui kecepatan dan ketepatan personel teritorial dalam mengawal rantai pasok logistik bencana lintas pulau.
Setibanya kapal di Pelabuhan Reo, seluruh muatan akan segera diturunkan dan disalurkan ke posko pengungsian terdekat. Sinergi berkesinambungan antara Korem 162/WB dan Kodim 1608/Bima ini diharapkan mampu meringankan beban penanganan pascabencana serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak gempa di NTT.
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar