Singaraja, Bali — Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmataif) TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 secara resmi ditutup melalui upacara militer yang berlangsung khidmat di Lapangan Chandradimuka, Markas Komando Secata Rindam IX/Udayana, Singaraja, Bali. Penutupan pendidikan ini menandai lahirnya prajurit-prajurit muda TNI AD yang siap mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Upacara penutupan dipimpin oleh Kepala Staf Kodam IX/Udayana, Brigadir Jenderal TNI Taufiq Hanafi, selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IX/Udayana membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Sebanyak 1.394 mantan siswa Dikmataif dinyatakan lulus dan resmi menyandang status sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Dalam amanatnya, KASAD menyampaikan ucapan selamat kepada para prajurit muda atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan dasar kemiliteran. KASAD menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta ketekunan selama menjalani proses pendidikan yang penuh tantangan. Para prajurit diingatkan agar senantiasa bersyukur dan menjadikan capaian ini sebagai awal dari perjalanan panjang pengabdian sebagai seorang prajurit TNI AD.
Lebih lanjut, KASAD menekankan pentingnya sikap mental prajurit yang adaptif dan terus belajar dalam menghadapi dinamika tugas ke depan. Prajurit TNI AD dituntut untuk selalu mengasah ketajaman naluri militer, meningkatkan profesionalisme, serta mengoptimalkan potensi diri agar mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang semakin kompleks. Setiap hambatan yang dihadapi hendaknya dijadikan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan ketangguhan mental prajurit sejati.
Pendidikan Dikmataif, menurut KASAD, merupakan bagian integral dari strategi pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat. Melalui pendidikan ini, TNI AD berupaya mencetak prajurit infanteri yang tangguh, disiplin, dan berkarakter kuat, serta berlandaskan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Prajurit lulusan Dikmataif diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas operasi tempur, tugas teritorial, maupun tugas perbantuan kepada pemerintah, termasuk dalam penanggulangan bencana alam.
Upacara penutupan Dikmataif TNI AD Gelombang III TA 2025 ini turut dihadiri oleh Inspektur Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo W.G., CTMP., CFra, Komandan Rindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, S.H., para Asisten Kasdam IX/Udayana, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IX/Udayana, unsur Forkopimda Kabupaten Buleleng, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana dan Ketua Persit KCK Cabang X PD IX/Udayana beserta pengurus.
Dengan berakhirnya pendidikan ini, Rindam IX/Udayana kembali meneguhkan perannya sebagai kawah candradimuka pembentukan prajurit infanteri TNI AD. Lulusan Dikmataif Gelombang III TA 2025 diharapkan siap operasi, siap bertugas di berbagai medan penugasan, serta senantiasa menjunjung tinggi kehormatan TNI Angkatan Darat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. (Penrindam IX/Udayana)




Saat ini belum ada komentar