Bhabinkamtibmas Desa Wanagiri Kauh hadiri Pasraman Makna & Simbolis Banten
- account_circle arash news
- calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
- visibility 35
- comment 0 komentar

Polres Tabanan – Polsek Selemadeg melalui Bhabinkamtibmas Aiptu I Wayan Ardika dan Babinsa Koptu A. A. Suparman dari Desa Wanagiri Kauh menghadiri kegiatan Pasraman yang diselenggarakan oleh Desa Adat Kebon Bantiran pada Minggu pagi, 27 Juli 2025. Bertempat di Balai Adat Kebon Bantiran, Pasraman ini mengusung tema “Mengetahui Makna dan Simbolisme Banten”, menunjukkan komitmen pelestarian budaya dan nilai spiritual.
Acara yang dimulai pukul 08.00 Wita ini membahas makna mendalam banten (persembahan) dalam ritual keagamaan Hindu Bali. Banten tidak hanya persembahan fisik, melainkan sarana komunikasi dengan ilahi, wujud syukur, dan penghormatan terhadap alam semesta. Kehadiran berbagai tokoh, termasuk Majelis Madya dan Alitan, Perbekel, Bendesa Adat, hingga Jero Mangku Tri Khayangan, menegaskan pentingnya kegiatan ini.
Simbolisme banten dalam Pasraman diuraikan sebagai ungkapan syukur, simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan ilahi, serta media komunikasi spiritual. Banten juga berfungsi untuk pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif, memohon keselamatan, dan menjadi sarana pendidikan karakter. Ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari seni dan budaya Bali yang kaya.
Seijin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Selemadeg, Kompol I Wayan Suastika, S.H. menegaskan bahwa, atensi dan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga kamtibmas serta mendukung penuh pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual di desa binaan, sejalan dengan arahan pimpinan untuk selalu hadir di tengah masyarakat.”Pungkasnya.
(Humas Polsek Selemadeg)
- Penulis: arash news



Saat ini belum ada komentar