Dari Jalan Lintas Gunung Mas, Pasis Sesko TNI Kobarkan Kepedulian Jaga Hutan dan Lahan
- account_circle arash
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gunung Mas – Rombongan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI yang dipimpin Kolonel Inf Prasetyo Ari melaksanakan kegiatan penyuluhan dan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Mihing Raya, Desa Tumpang Ipas, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lahan, khususnya di tengah meningkatnya risiko Karhutla pada musim kemarau.
Dalam pelaksanaannya, para Pasis menyambangi dan berdialog langsung dengan masyarakat, khususnya para pengemudi truk yang mengangkut batu bara dan hasil perkebunan sawit yang melintas dan beraktivitas di wilayah Gunung Mas.
Kolonel Inf Prasetyo Ari menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat TNI-Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Para pengemudi juga diajak untuk turut menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sepanjang wilayah yang mereka lalui. Apabila menemukan adanya indikasi kebakaran atau titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.
Pendekatan langsung kepada masyarakat tersebut dinilai penting karena pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran, kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat. Terlebih, Kabupaten Gunung Mas saat ini menghadapi peningkatan risiko Karhutla. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bahkan telah menaikkan status penanganan Karhutla dari Siaga 2 menjadi Tanggap Darurat terhitung 1–30 September 2026
- Penulis: arash

Saat ini belum ada komentar