Senjata di Pundak, Kasih di Hati, Satgas Yonif 742/SWY Hadirkan Sehat di Pelosok Ninggeyagin
- account_circle arash news
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NINGGEYAGIN, LANNY JAYA — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 742/SWY terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjalankan misi kemanusiaan. Rabu (3/6/2026).
Para prajurit TNI dari Titik Kuat (TK) Ninggeyagin melaksanakan patroli keamanan yang dirangkaikan dengan Komunikasi Sosial (Komsos) dan pelayanan kesehatan secara langsung bagi masyarakat di Kampung Ninggeyagin.
Kehadiran prajurit di tengah permukiman warga ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus membantu meringankan kesulitan masyarakat, khususnya terkait keterbatasan akses kesehatan di wilayah pedalaman.
Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa operasi militer di wilayah perbatasan tidak hanya berfokus pada taktik tempur, tetapi juga pada pendekatan kemanusiaan.
Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY di wilayah operasi harus senantiasa membawa dampak positif yang nyata dan menjadi solusi bagi kesulitan warga. Pengabdian ini adalah wujud cinta kami kepada masyarakat Papua. Keamanan terjamin, masyarakat sehat, dan persaudaraan semakin erat. Kami pastikan bahwa prajurit TNI akan selalu hadir sebagai pelindung bagi rakyat, apa pun rintangannya, tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Kegiatan Pembinaan Teritorial terbatas (Bintertas) ini merupakan inisiatif dan perintah langsung dari Komandan Pos (Danpos) TK Ninggeyagin, Lettu Inf Sahli. Ia menyebutkan bahwa pendekatan yang humanis adalah kunci utama dalam memenangkan hati rakyat.
Tugas kami di sini bukan sekadar memanggul senjata untuk melaksanakan operasi, melainkan merangkul hati rakyat. Kami mengerahkan 15 personel, di mana sepuluh orang bersiaga penuh mengamankan perimeter, sementara lima orang lainnya fokus memberikan pelayanan medis dan Komsos. Kemanunggalan antara TNI dan rakyat adalah kekuatan utama yang harus terus dirawat, ungkap Lettu Inf Sahli.
Sementara itu di lapangan, Komandan Peleton Komunikasi (Danton Kom), Letda Cke Damsun, yang memimpin langsung pergerakan tim, menuturkan bagaimana antusiasme warga menyambut kehadiran aparat TNI.
Setibanya kami di sasaran, masyarakat menyambut kami dengan senyum hangat. Kami tidak hanya datang untuk berpatroli, tetapi juga duduk bersama mendengarkan keluh kesah mereka, serta memberikan pengobatan bagi warga yang sakit. Melihat mereka bisa tersenyum dan kembali sehat adalah kebanggaan terbesar bagi kami di medan tugas,” tutur Letda Cke Damsun.
Kehadiran prajurit TNI berhasil menumbuhkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam dari warga Kampung Ninggeyagin yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas kesehatan.
- Penulis: arash news



Saat ini belum ada komentar