Parade Pancasila Semarakkan Ende, Ribuan Warga Padati Jalanan; Polres Ende Pastikan Perayaan Berlangsung Aman dan Khidmat
- account_circle Rossa
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ende, 30 Mei 2026 – Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur bangsa membara di Kabupaten Ende, Sabtu pagi (30/5/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati jalan-jalan utama kota untuk mengikuti dan menyaksikan Parade Pancasila yang digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.
Kegiatan yang sarat makna sejarah ini berlangsung meriah, tertib, dan penuh khidmat. Untuk menjamin keamanan seluruh rangkaian acara, Polres Ende menerjunkan personel gabungan yang melaksanakan pengamanan secara terbuka maupun tertutup di sepanjang rute parade. Pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Ende AKP Amrin yang mewakili Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla.

Parade yang dipusatkan di halaman Kantor PT Pelindo Cabang Ende itu secara resmi dibuka oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, S.H., M.H. bersama Wakil Bupati Ende. Kehadiran para pemimpin daerah tersebut semakin menegaskan pentingnya momentum peringatan Hari Lahir Pancasila bagi masyarakat Ende yang dikenal sebagai Kota Pancasila.
Kegiatan tahun ini menjadi semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh nasional dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yakni Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya dan Staf Khusus BPIP R.P. Dr. Johanes Haryatmoko, SJ. Turut hadir pula unsur Forkopimda Kabupaten Ende, Wakil Ketua DPRD Ende, Penjabat Sekretaris Daerah, serta Kepala Lapas Kelas IIB Ende.
Parade Pancasila mengambil rute yang memiliki nilai historis tinggi dan erat kaitannya dengan perjalanan bangsa Indonesia. Ribuan peserta bergerak dari Kantor Pelindo Ende melewati Jalan Pabean, Jalan Soekarno, hingga menuju sejumlah lokasi bersejarah yang menjadi saksi perjalanan pengasingan Bung Karno di Ende.
Peserta parade juga singgah di Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira dan Serambi Soekarno di Jalan Katedral, sebelum akhirnya menuntaskan perjalanan di Taman Renungan Bung Karno. Tempat tersebut diyakini sebagai lokasi bersejarah di mana Bung Karno mendapatkan inspirasi tentang dasar negara Indonesia, Pancasila, di bawah pohon sukun bercabang lima yang kini menjadi simbol penting bagi bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Ende memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah lahirnya ideologi bangsa.
“Dari bumi Ende yang bersejarah ini, kita diingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan karena kesamaan suku, agama, atau budaya, tetapi karena persaudaraan dan cita-cita bersama. Masyarakat Ende hendaknya tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata,” tegas Bupati Yosef.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian kata yang dihafalkan, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Pancasila adalah nadi dan pedoman hidup kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata melalui Kabag Ops AKP Amrin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Parade Pancasila tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia pelaksana, dan seluruh masyarakat.
“Pengamanan berlapis telah kami lakukan sejak pagi hari di sepanjang rute parade. Kami mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban, sehingga kegiatan yang mengenang warisan luhur bangsa ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh makna,” ujar AKP Amrin.
Parade Pancasila berakhir sekitar pukul 12.00 Wita dalam suasana aman, lancar, dan kondusif. Tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta meneguhkan kembali komitmen masyarakat dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Melalui kegiatan tersebut, Kabupaten Ende kembali menunjukkan kepada Indonesia bahwa kota yang menjadi tempat perenungan Bung Karno ini akan terus menjaga dan merawat api Pancasila agar tetap menyala dari generasi ke generasi.
(Humas Polres Ende)
- Penulis: Rossa



Saat ini belum ada komentar